Calendar

Calendar

Chat Me

Tampilkan postingan dengan label medical. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label medical. Tampilkan semua postingan


Brugada Syndrome



Deskripsi

Sindrom Brugada adalah gangguan irama jantung berpotensi mengancam nyawa. Sindrom ini ditandai dengan detak jantung yang abnormal khusus dan disebut dengan tanda Brugada, yang hanya dapat dideteksi oleh tes elektrokardiogram. Sindrom Brugada jauh lebih umum terjadi pada pria dibandingkan pada wanita. Penyakit ini jarang didiagnosis pada anak-anak.


Penyebab

Sindrom Brugada disebabkan oleh gangguan pada jantung. Setiap detak jantung dipicu oleh impuls listrik yang dihasilkan oleh sel khusus di ruang atas kanan jantung Anda. Sindrom ini menyebabkan jantung tidak memompa secara efektif. Akibatnya, tidak cukup darah yang beredar ke seluruh tubuh. Sindrom Brugada biasanya diwariskan, tetapi juga dapat terjadi karena kelainan struktural dalam hati Anda, ketidakseimbangan dalam bahan kimia yang membantu mengirimkan sinyal listrik melalui tubuh Anda, efek dari obat resep tertentu atau penggunaan kokain.



Gejala

Tanda paling penting atau gejala dari sindrom Brugada adalah pola abnormal pada elektrokardiogram (EKG) yang disebut tanda Brugada. Sebuah tanda Brugada adalah pola denyut jantung yang ditemukan pada tes irama jantung Anda (elektrokardiogram, atau EKG). Anda tidak bisa merasakan tanda Brugada kecuali dideteksi dengan EKG. Tetapi beberapa orang yang menderita sindrom Brugada juga menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut: 1. Denyut jantung tidak teratur 2. Serangan jantung mendadak 3. Pingsan


Pengobatan

Pengobatan sindrom Brugada biasanya menggunakan perangkat medis yang disebut cardioverter defibrillator. Perangkat tersebut dipasang pada penderita kelainan jantung yang berisiko mengalami kematian mendadak karena serangan jantung. Perangkat kecil tersebut terus menerus memonitor irama jantung Anda dan memberikan sengatan listrik bila diperlukan untuk mengontrol detak jantung yang abnormal. Prosedur untuk menanamkan cardioverter defibrillator membutuhkan rawat inap selama satu sampai dua hari.

Sumber: Mayoclinic
http://health.detik.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Brugada_syndrome




[ Read More ]

Posted by Nurvita Aisah 0 komentar»

Angina Pectoris (Angin Duduk) - Sindrom Serangan Jantung Koroner

Angina

Disebut sebagai angin duduk atau angina karena orang yang mengalaminya dapat meninggal secara tiba-tiba. Mungkin pada saat duduk tiba-tiba orang tersebut meninggal. Angin duduk berhubungan dengan organ jantung. Karena tidak ada dalam istilah kedokteran, maka istilah yang mirip dengan yang dimaksud angin duduk adalah angina pectoris yang ditandai dengan rasa nyeri pada dada sebelah kiri.

Jantung terletak pada bagian dalam dada kiri Anda. Jantung yang kekurangan oksigen akan menyebabkan rasa nyeri, itulah sebabnya dada kiri Anda terasa nyeri. Rasa nyeri dan dada terasa seperti ditekan dapat berlangsung mulai dari 5 menit sampai 30 menit. Rasa nyeri ini bisa menjalar sampai ke bahu dan lengan kiri Anda. Jadi pada intinya, angin duduk atau angina merupakan penyakit jantung iskemik, yang disebabkan berkurangnya pasokan oksigen maupun aliran darah ke jantung.

Secara garis besar, rasa nyeri akibat kekurangan oksigen dapat terjadi karena dua penyebab. Yang pertama, karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah di sekitar jantung yang membawa oksigen. Akibat dari penyempitan ini adalah kurangnya oksigen dari yang jumlah yang dibutuhkan. Penyebab kedua adalah adanya aktivitas berat yang mengakibatkan terjadinya lonjakan oksigen yang lebih daripada biasanya. Aktivitas yang dapat menyebabkan lonjakan kebutuhan oksigen misalnya saat berolahraga, mendaki, atau saat mengalami stress.


Gejala Angina

Rasa nyeri atau rasa ditekan di dada, merupakan gejala yang paling dapat dirasakan ketika terkena angina. Angina dapat menjadi peringatan bagi setengah dari mereka yang menderita serangan jantung. Beberapa orang mengalami napas tersengal-sengal atau kelelahan dan perasaan lunglai sebagai gejalanya. Hal ini mengindikasikan bahwa jantung tidak mendapatkan cukup oksigen karena penyumbatan koroner. Jika Anda sering mengalami hal tersebut, segeralah ke dokter untuk memeriksa jantung Anda. Meskipun demikian, setelah angina diberi perawatan, tidak ada jaminan bahwa serangan jantung dapat dicegah. Namun perawatan tersebut akan menurunkan risiko terjadinya serangan jantung dalam waktu dekat.




Menghindari Angina

Perhatikan juga angka sehat tubuh yang cukup penting untuk tubuh Anda, misalnya dengan menjaga:
  • Tekanan darah

    Tekanan darah dapat menyebabkan serangan angina pectoris karena tekanan darah yang tinggi dapat membuat kebutuhan tubuh terhadap oksigen meningkat.
  • Kadar Gula

    Tingkat kadar gula yang tinggi akan menghambat proses masuknya oksigen ke jantung.

  • Kolesterol

    Tingkat kolesterol harus dipantau karena penyumbat yang umum ditemukan pada pembuluh darah adalah lemak atau plak kolesterol.
Melakukan pemeriksaan darah yang sederhana sering kali mengindikasikan bahaya yang menanti lama sebelum seseorang mengalami gejala yang terlihat seperti angina. Maka, penting untuk memeriksakan tingkat kolesterol darah, kadar gula darah, dan juga tekanan darah Anda. Menjaga agar hal tersebut dalam batas yang normal menjadi hal yang penting untuk menghindari angina.


Mengatasi Angina

Seseorang yang merasakan rasa nyeri pada dada, sebaiknya segera memperbaiki pola hidup dan memeriksakan ke dokter. Jika kondisinya dibiarkan tanpa perawatan, kemungkinan besar hal itu akan memicu serangan jantung yang sangat fatal.
Selain itu, pola hidup tidak sehat menjadi hal yang umum yang menjadi penyebab angina dan taraf yang lebih parah yaitu serangan jantung. Kebiasaan merokok, tidak pernah berolahraga, makanan dengan kadar kolesterol tinggi, obesitas atau stres dapat menjadi pemicunya.

Angina merupakan indikasi bahwa ada yang tidak beres pada jantung Anda karena jika tidak dilakukan perubahan mungkin dapat menyebabkan serangan jantung yang dapat merenggut nyawa. Segeralah ubah pola hidup untuk menjalankan pola hidup yang sehat. Jangan lupa untuk berolahraga secara teratur dan jika Anda pernah terkena serangan angina atau angin duduk atau pernah memiliki penyakit jantung sebaiknya pilih olahraga yang jangan terlalu berat.


Sumber :
http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/299-angin-duduk-angina.html
http://bekamnabawi.com/tag/angina-pectoris-2/
peydi.blogspot.com
/submitlist.info
[ Read More ]

Posted by Nurvita Aisah 0 komentar»